Dibalik Prestasi dan Berdirinya Yayasan MTs Fatahillah di Thn 1980, Sekolah Swasta ini Butuh Perhatian Pemerintah

Yayasan Mts Fatahillah Di Thn 1980
Madrasyah Shawaniyah (MTs) Fathahillah di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Liputanesia, Anambas – Sejak berdirinya yayasan sekolah Madrasyah Shawaniyah (MTs) Fathahillah di Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 1980 silam, rupanya sekolah tersebut telah banyak melahirkan anak didik berprestasi.

Yayasan Madrasyah Shawaniyah (MTs) Fatahillah ini adalah merupakan satu-satunya sekolah berbasis agama di kota Tarempa Kepulauan Anambas, yang setara dengan tingkat Sekolah Menegah Umum (SMP) lainya.

Bacaan Lainnya

Sekolah MTs Fatahillah juga sering menjuarai MTQ di tingkat Kabupaten Kepulauan Anambas, yang telah melahirkan tafiz Qur’an, bahkan ada yang sudah bekerja di kantor kementrian agama, dan ada juga yang menjadi kepala daerah.

Whatsapp Image 2022 05 22 At 20.15.23
Ibu Faridawati Kepada Wartawan Liputanesia Pada Sabtu (21/5/2022).

Hal tersebut disampaikan ibu Faridawati kepada wartawan Liputanesia pada Sabtu (21/5/2022). Setelah selesai mengikuti rangkaian acara perpisahan siswa-siswi IX di Aula Madrasyah Shawaniyah (MTs) Fatahillah Tarempa.

Yayasan sekolah MTs ini berbasis agama, mungkin sebagian orang memandang sekolah swasta agama ini adalah untuk menampung orang-orang yang kurang mampu.

“Tapi disini saya ingin merubah menset sekolah Madrasyah Shawaniyah (MTs) Fatahillah, selain pendidikan formal yang bisa mereka terima, kami juga mengajarkan agama,” sebunya.

Selain itu MTs ini juga mendidik pembentukan karakter dari segi akhlak, agar pendidikan dan pelajaran yang kami berikan, bisa juga harus tanpa kepesantran.

“Anak-anak disini kita didik agar bisa menjadi tafiz Qur’an, sebagai misi pertama kami di (MTs) Fatahillah ini,” ujar Fatmawati

Kemudian, muatan lokal yang bernama “muqaramah” di (MTs) ini, Dari dulu sampai sekarang. proses belajar mengajar yang kami terapkan, bagaimana caranya anak didik kita bisa membawakan MC, mengisi acara hiburan, cara-cara berpidato, yang nantinya anak-anak kita bisa tampil di masyarakat.

Apalagi jika ada acara mendadak, anak didik kita siap tampil dalam membawakan acara, namun dikarenakan dua tahun belakangan ini kita berdampak Covid-19, Jadi anak-anak kita sudah jauh dari sentuhan-sentuhan latihan seperti diacara perpisahan ini.

Harapan kami kepada pemerintah tentunya, agar lebih memperhatikan sekolah-sekolah swasta yang ada, khususnya didaerah kepulauan Anambas ini,” pungkas ibu Fatmawati singkat kepada wartawan Liputanesia saat diwawancarai sebagai kepala sekolah Madrasyah Shawaniyah (MTs) Fatahillah Tarempa.

Pos terkait