Sikap Terpuji Bhabinkamtibmas, Buka Pelayanan Pangkas Geratis Bagi Kaum Dhuafa, Lansia dan Anak Yatim

Sikap Terpuji, Bhabinkamtibmas Buka Pelayanan Pangkas Geratis Bagi Kaum Dhuafa, Lansia Dan Anak Yatim
Brigadir Sophian Hadi.

Liputanesia, Aceh Tamiang – Sikap terpuji Brigadir Sophian Hadi, bhabinkamtibmas yang membuka pelayanan pangkas geratis bagi kaum dhuafa, lansia dan anak yatim sungguh menarik perhatian.

Brigadir Sophian Hadi merupakan anggota kepolisian polres aceh tamiang, yang bertugas di polsek seruway, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

Bacaan Lainnya

Pangkas geratis ia lakukan dengan bermodal kan kemampuannya yang mahir dalam memangkas rambut.

Kepada redaksi, Brigadir Sophian Hadi menuturkan, pangkas geratis sudah di lakukan sejak 10 juni tahun 2022 lalu, dan ada juga layanan darurat yang lain, semuanya kami berikan kepada masyarakat secara geratis, tuturnya.

Ada Yanrat (Layanan Darurat) berupa tambal ban geratis di saat tukang tambal ban tutup/jam tengah malam – menjelang pagi. Tapi ini khusus bagi pengguna roda dua yang melintas di jalan lintas kampung padang linggis – Pekan Seruway, sifatnya emergenci aja, kata hadi.

Whatsapp Image 2022 07 14 At 18.42.21
Brigadir Sophian Hadi Lagi Memangkas.

Sophian Hadi menambahkan, Kenapa saya mau melakukannya? Sebelum menjadi anggota Polri, saya sudah menekuni kegiatan pangkas gratis bagi teman-teman dan orang-orang kampung.

Awal mula saya belajar pangkas, ya dengan memangkas rambut saya sendiri dengan menggunakan peralatan gunting dan sisir yang mana wajah saya langsung di hadapkan di depan cermin.

Oleh karna itu pula teman-teman sekampung minta pangkas dengan saya. Karna mempunyai keahlian memangkas itu pula, saya coba berinisiatif untuk membuat layanan tersebut untuk membantu masyarakat khususnya di kalangan dhuafa, lansia dan anak yatim. Hitung-hitung menyalurkan bakat yang ada. “Dari masyarakat, untuk masyarakat,” jelas Brigadir Sophian Hadi kepada redaksi liputanesia.

Selain itu, Kenapa saya membuka layanan darurat (tambal ban gratis)? Dulunya saat saya berdinas di Polsek Bendahara, saat saya ingin pergi dinas malam saya pernah mengalami bocor ban di jalan lintas upah – sungai iyu tepatnya di simpang paya raja, sepeda motor saya pernah mengalami bocor ban, sehingga saya harus mendorongnya cukup jauh,  sampai keringatan untuk menempuh tukang tambal ban.

Oleh karna itu pula,  saya berfikir gimana saat itu orang lain atau masyarakat yang mengalami? Kemudian alat-alat tambal ban (menggunakan bahan bakar dan menggunakan panas kenalpot) saya ciptakan yang bertujuan untuk membantu masyarakat/pengguna jalan raya yang mengalami bocor ban mengingat tukang tambal sudah tidak buka/tutup atau tengah malam sampai menjelang pagi, tutup Brigadir Sophian Hadi kepada kami, media liputanesia.

Saat ini Sophian Hadi menjabat sebagai Bhabinkamtibmas di Tiga Kampung, yakni Kampung Padang Langgis, Kampung Pantai Balai dan Kampung Perkebunan Seruway.

Pos terkait