Roy Huffington Memfasilitasi Perdamaian Perkara Tersangka Penipuan Arisan di Kacabjari Tarempa

Roy Huffington
Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa menerima tahap 2 (Penyerahan Tanggung Jawab Tersangka dan Barang Bukti) dari Penyidik Polres Kabupaten Kepulauan Anambas Kepada Penuntut Umum Alvin Dwi Nanda SH., Perkara Penipuan Arisan atas nama Tersangka RKR, Selasa (12/4/2022).

Liputanesia, Anambas – Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa menerima tahap 2 (Penyerahan Tanggung Jawab Tersangka dan Barang Bukti) dari Penyidik Polres Kabupaten Kepulauan Anambas Kepada Penuntut Umum Alvin Dwi Nanda SH., Perkara Penipuan Arisan atas nama Tersangka RKR, Selasa (12/4/2022).

Dalam melaksanakan upaya Perdamaian perkara atas nama Tersangka RKR, kegiatan tahap 2 berjalan lancar telah memenuhi persyaratan untuk dilakukan Restorative Justice sebagaimana yang dijelaskan oleh Kacabjari di tarempa Roy Huffington Harahap dengan dasar hukum sebagai berikut:

Bacaan Lainnya

1.Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomer 15 Tahun 2022 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative.

2.Surat Edaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Nomor: 01/E/EJP/02/2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restorative.

Dasar hukum Perkara tersangka tersebut, telah memenuhi syarat karena baru pertama kali melakukan tindak pidana dengan acaman pidana yang disangkakan tidak lebih dari 5 tahun. adapun alasan lain, tersangka merupakan seorang ibu yang mempunyai bayi berusia 6 bulan dan masi menyusui.

Hasil upaya perdamaian, saksi korban telah menyetujui untuk dilakukan Perdamaian dengan tersangka.

Selanjutnya Kacabjari Tarempa Roy Huffington Harahap menerbitkan Surat Perintah Penunjukan Fasilitator untuk melakukan proses perdamaian.

Kemudian proses perdamaian dimulai dengan penyampaian oleh fasilitator mengenai maksud dan tujuan dari Perdamaian dengan dilanjutkan penyampaian yang disampaikan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Lalu penyampaian dilanjutkan oleh para korban maupun pendamping korban, dan penyampaian terakhir disampaikan tersangka dan pendamping tersangka.

Sehingga proses kesepakatan perdamaian diperoleh dari tersangka untuk menyatakan dan menyampaikan permohonan maaf dengan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Sitersangka harus menganti kerugian yang diakibatkan Atas perbuatan tersangka yang dituangkan dalam bentuk surat kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan dibuktikan lampiran Kwitansi pembayaran uang dari tersangka kepada para saksi korban.

Pelaksanaan Perdamaian berjalan dengan lancar, dan para kedua belah pihak mengucapkan terimakasih atas peran kejaksaan khususnya Kacabjari di Tarempa telah memfasilitasi Perdamaian, sehingga akhirnya bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dialami para saksi korban dengan tersangka.

Diakhir perdamaian dari kedua belah pihak, Roy Huffington Harahap menyampaikan terimakasih atas dukungan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas.

Khususnya kepada para saksi korban, tersangka, tokoh masyarakat, tokoh agama yang telah berkesempatan hadir menyaksikan acara Perdamaian, sehingga dapat menghilangkan Stigma Negatif di masyarakat. bahwa,

Hukum itu tajam ke bawah dan Tumpul ke atas dan mendekatkan keadilan di tengah masyarakat.

Pos terkait