Diduga Peras Kepala Desa, Tim Intelijen Kejaksaan Berhasil Amankan 2 Orang Pegawai dan 1 Orang Swasta

Img 20210702 Wa0016
Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Agustian Sunaryo, SH. CN. MH, Kamis (1/7/2021).

liputanesia.co.id, Kepri – Pada hari Rabu tanggal 30 Juni 2021 sekitar pukul 19.00 Wib, Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan dengan di back up oleh Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau berhasil mengamankan (MR) oknum pegawai Tata Usaha pada Kejaksaan Negeri Tanjungpinang dan (BI) oknum pegawai tata usaha pada Kejaksaan Negeri Bintan serta satu orang Swasta dengan inisial (RR).

Ketiga pelaku diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa di wilayah Kabupaten Bintan dengan meminta sejumlah uang dengan dalih untuk pengamanan kegiatan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Bintan Nomor : 01, 02 dan 03/L.10.15/Fd.1/07/2021 tanggal 1 Juli 2021 ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan.

Adapun kronologis penetapan tersangka terhadap para pelaku yakni;

– Pada hari Rabu tanggal 30 Juni 2021 bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan menerima informasi masyarakat perihal adanya 2 (dua) orang yang mengaku sebagai Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dan Jaksa di bagian intelijen Kejaksaan Negeri Bintan.

– Selanjutnya bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan melaporkan ke bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, kemudian Asintel Kejati Kepri memerintahkan untuk dilakukan pengecekan dan penjejakan , hasil pengecekan dan pejejakan diperoleh informasi bahwa benar ada dua oknum Kejaksaan yang meminta sejumlah uang kepada kepala desa diwilayah Kabupaten Bintan dengan alasan mereka mempunyai data penyimpangan dana Desa.

– Atas dasar informasi tersebut Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan langsung merespon dengan membentuk Tim Pengamanan SDO Kejati Kepulauan Riau.

– Pada sekitar pukul 21.30 Wib Tim Intel Kejari Bintan berhasil mengamankan dua oknum kejaksaan inisial MR dan BI berikut sejumlah uang Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) ke kantor Kejaksaan Tinggi Kepri untuk dimintai keterangan secara intensif dan diperoleh kesimpulan benar adanya indikasi perbuatan tercela dan indikasi perbuatan pidana yang dilakukan oleh para pelaku sehingga diserahkan ke bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau untuk dilakukan inspeksi kasus.

– Setelah dilakukan pemeriksaan oleh bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Riau diperoleh kesimpulan adanya dugaan pelanggaran etika/perbuatan tercela yang dilakukan oleh oknum pegawai sedangkan terhadap indikasi adanya perbuatan pidana langsung diserahkan kepada bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan untuk proses hukum lebih lanjut.

– Pada tanggal 1 Juli 2021 para pelaku ditetapkan sebagai tersangka oleh bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi yakni melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa di wilayah Kabupaten Bintan yakni dengan meminta uang sejumlah Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

– Selanjutnya para tersangka yakni MR,BI dan RR langsung ditahan oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan dengan status penahanan rutan di Rutan Polres Bintan dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan swab antigen dan dinyatakan “negatif” dan terhadap barang bukti berupa uang sejumlah Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sudah dilakukan penyitaan.

Tindakan penangkapan dan penahanan terhadap para pelaku menerapkan protokol Kesehatan.

Pos terkait