LEKEM Kalimantan Soroti Viralnya Pemberitaan Diduga Menyudutkan Bendahara Umum PBNU

Whatsapp Image 2022 04 22 At 18.56.20
DIREKTUR Eksekutif Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM Kalimantan), Aspihani Ideris menggunakan peci bulat warna putih, Jum'at (22/4/2022).

Liputanesia, Kalsel – DIREKTUR Eksekutif Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM Kalimantan), Aspihani Ideris menanggapi Viral-Nya pemberitaan diberbagai media yang menyudutkan Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mardani H Maming terkait saksi perkara korupsi dengan terdakwa mantan Kadis ESDM Tanah Bumbu, provinsi Kalsel Raden Dwijono, Jum’at (22/4/2022)

Menurut tokoh aktivis pergerakan Kalimantan ini, masifnya pemberitaan diberbagai media saat ini terkesan mengabaikan etika jurnalistik yang seharusnya fokus pada pokok masalah dan tidak menghakimi pihak lain dengan memanfaatkan perkara yang ada.

Bacaan Lainnya

“Hemat saya, pemberitaan yang mengarah ke salah satu saksi yakni bapak Mardani H Maming itu seakan-akan ada unsur kesengajaan untuk menjatuhkan harkat dan martabat orang yang diserang. Seseorang yang diserang itu jika ia tidak terima bisa saja melaporkannya ke polisi dengan tuduhan mencemarkan nama baiknya. Karena seseorang yang terbukti dengan sengaja menyebarluaskan informasi elektronik itu jelas sebuah pelanggaran UU ITE” ujar Aspihani, usai berbuka puasa bersama di Markas Besar P3HI Jum’at 22 April 2022.

Aspihani menduga, maraknya pemberitaan yang menyudutkan salah satu saksi tersebut terkesan adanya pihak lain yang sangat tidak senang dan ingin menjatuhkan harkat martabat seseorang.

“Patut saya mengindikasikan, dibalik maraknya pemberitaan di berbagai media, terkesan menyudutkan ada orang lain yang sengaja ingin menjatuhkan popularitas bapak Mardani H Maming,” duganya.

Selain itu kata Aspihani yang diketahui seorang dosen Fakultas Hukum UNISKA dan juga seorang Advokat/ Pengacara dari P3HI ini, bapak Mardani H Maming sangat kooperatif memenuhi panggilan Tindak Pidana Korupsi sidang di Pengadilan Negeri Banjarmasin walau hanya lewat zoom sebagai saksi.

“Tidak patut lagi beliau dipermasalahkan, kan beliau sudah memenuhi undangan sebagai salah satu saksi perkara korupsi di Tanah Bumbu tersebut. Bukannya saya membela beliau, namun kami hanya meluruskan yang seharusnya tidak perlu di ributkan. Sangat tidak pantas dibukan suci Ramadhan ini kita berbuat zalim kepada orang lain,” tukasnya.

Pos terkait