KKP Janji Tawarkan Potensi Perikanan Lingga ke Investor

Whatsapp Image 2021 10 28 At 20.59.03
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya menjanjikan akan menawarkan potensi perikanan Lingga kepada para investor, Jum'at (28/10/2021).

Liputanesia.co.id, Lingga – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya menjanjikan akan menawarkan potensi perikanan Lingga kepada para investor, Jum’at (28/10/2021). KKP meminta Pemerintah Kabupaten Lingga memberikan berbagai kemudahan kepada investor untuk berinvestasi.

KKP juga mengapresiasi terobosan yang dilakukan Pemkab Lingga dalam hal pendirian Politeknik Lingga dan keberadaan mesin pengolahan pakan ikan.

Bacaan Lainnya

“Permudahan perizinan, jangan ada preman. Jangan ada pungli. Pak bupatinya mendukung, DPRD mendukung. Insyallah para investor bakal melirik potensi perikanan yang ditawarkan,”kata Dirjen Perikanan Budaya, KKP RI, TB Haeru Rahayu dalam pertemuan dengan Bupati Lingga, M Nizar dan rombongan di Kantor KKP RI di Jakarta, Rabu (27/10) kemarin.

Dia juga memaparkan ada sejumlah target dalam perikanan budidaya 2024, salah satunya produksi udang. Pihaknya telah menyiapkan strategi peningkatan produksi budidaya udang hingga mencapai 2 juta ton pada tahun 2024. Saat ini produksi per tahunnya belum mencapai 1 juta ton.

“Dalam database kami memang data-data tentang budidaya udang dan lainnya di Lingga belum terlihat. Kami yakin ada, namun mungkin skalanya belum besar,” jelas dia.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar mengatakan, dengan keterbatasan APBD Lingga, pihaknya harus pandai-pandai berkreasi untuk menjemput program atau anggaran ke pusat. Harapannya anggaran dari APBN melalui kementerian bisa mengucur ke Lingga.

“Makanya kami rajin jemput bola. Kali ini kami datang ke KKP. Alhamdulillah kami diterima Dirjen Perikanan Budidaya dan tim. Banyak pencerahan yang kami dapat,”kata Nizar.

Terkait dana alokasi khusus (DAK), Nizar menyebutkan, Kabupaten Lingga tidak mendapatkan DAK untuk bidang perikanan dan kelautan. Pihaknya berharap ke depannya Lingga dapat alokasi anggaran. Nantinya, Pemkab Lingga akan lebih giat lagi berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri, Bappenas dan Kementerian Keuangan dalam upaya mendapatkan DAK.

Dia turut mengharapkan adanya dukungan dari KKP RI dalam pengembangan Politeknik Lingga yang telah dibuka dengan tiga jurusan didalamnya. Harapannya ke depan, Politeknik Lingga
menjadi tulangpunggung dalam penyediaan SDM bidang perikanan pertanian dan peternakan di Lingga.

“Politeknik Lingga telah dibuka. Target kedepannya, mahasiswanya tidak hanya dari Lingga atau Kepulauan Riau, tapi juga menarik perhatian orang luar, untuk kuliah ke Lingga. Kami berharap sangat adanya dukungan dan bimbingan agar Politeknik Lingga bisa berjalan baik dan berproses layaknya sebuah kampus. KKP yang memiliki banyak politeknik sudah berpengalaman dan teruji,” jelas Nizar.

Terkait Politik ini, KKP meminta Pemerintah Kabupaten Lingga atau pengelola Politeknik Lingga bisa belajar dan bertukar pikiran dengan Politeknik KKP yang ada di Dumai. Dari koordinasi ini akan diketahui strategi dalam peningkatan akreditasi, penyiapan insfrasruktur SDM, dan insfrastruktur. Bahkan pihak KKP juga menawarkan jasa pendampingan, penyediaan tenaga pengajar dan lain-lainnya, setelah semua kebutuhan Politik diinventarisir oleh Pemerintah Kabupaten Lingga.

Menariknya, ketiga orang direktur tersebut pernah bertugas di Balai Budidaya Laut Batam. Mereka adalah Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan, Tinggal Hermawan, Direktur Perbenihan, Nono Hartanto dan Direktur Produksi dan Usaha Budidaya, A Hari Wibowo.

Pos terkait