Ketua JPKP: Jangan Bangga Dengan Prestasi “Kota Layak Anak” Yang Belum Sesuai Dilapangan

Whatsapp Image 2021 10 13 At 00.52.47 E1634064008365
Adiya Prama Rivaldi Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kota Tanjungpinang, Selasa (12/10/2021).

Liputanesia.co.id, Tanjungpinang – Selamat Atas terpilih nya Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) tingkat Madya, dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Selasa (12/10/2021).

Menangapi hal berkaitan dengan “Kota Layak Anak” Adiya Prama Rivaldi Selaku Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kota Tanjungpinang. dalam kepemimpinan Rahma, sepertinya masih belum cukup dan belum bisa menjadi contoh untuk 71 Kab/Kota yang ada di indonesia.

Bacaan Lainnya

“Menurut Adiya Prama Rivaldi, selamat Rahma menjabat menjadi Wali Kota Tanjungpinang mulai dari 2020 hingga saat ini. belum pantas, dan layak untuk bisa dikatakan menjadi “Kota Layak Anak” karena, masih banyak anak anak yang terlantar, dan mendapat kekerasan, hingga pencabulan terhadap anak di bawah umur, bahkan semakin bertambah. sehingga, bisa menjadi rawan buat anak-anak yang berada dikota Tanjungpinang saat ini” Tutur Adiya kepada Awak Media.

Bahkan Ketua (JPKP) juga menyampaikan rasa syukur atas perolehan penghargaan yang diterima oleh Wali Kota Tanjungpinang sebagai “Kota Layak Anak “

“Alhamdulillah Kota Tanjungpinang kembali menerima penghargaan KLA. Penghargaan ini sebagai bukti komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak anak dan perlindungan terhadap anak,” Ucap Rahma, kata Adiya Prama Rivaldi menirukan.

Terkait kriteria KLA ini, Ujar Rahma, bisa diukur dari pengembangan kapasitas kelembagaan dan pemenuhan 5 klaster pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak.

“Kelima klaster dimaksud yakni hak sipil dan kebebasan, pengasuhan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, seni dan budaya serta perlindungan khusus anak,” Kembali Ucap Rahma.

Adiya pun mengatakan,” harusnya Rahma terjun langsung ke lapangan. dan lihat apa yang sedang terjadi di kota Tanjungpinang ini”

“Rahma harusnya malu atas penghargaan yang di terima sebagai “Kota Layak Anak’ untuk Kota Tanjungpinang saat ini. lihatlah dan turun lah ke Ibu Kota Provinsi Kepri ini, masih banyak anak anak yang terlantar mulai dari berjualan ke jalan jalan ke rumah makan hingga ada yang menjadi Pemulung bahkan banyak yang belum mendapatkan pendidikan yang seharusnya mereka rasakan” Kesal Adiya.

Ia juga Menceritakan” dengan banyak temuan yang ia jumpai sepanjang jalan Kota Tanjungpinang. mulai dari kasus pencabulan anak di bawah umur yang di lakukan Oknum (Pemkot) hingga, kekerasan dan penculikan anak di bawah umur marak beredar.

“Kami sangat sedih melihat penghargaan yang di berikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Kepada Kota Tanjungpinang”

“Karena di Kota ini, masih ada Oknum ASN yang berani melakukan pencabulan kepada anak di bawah umur, bahkan masih banyak lagi anak anak di bawah umur di pekerjakan di tempat Hiburan malam di Kota ini. dan yang paling miris lagi baru baru ini, ada penculikan anak dan kekerasan di daerah Teluk keriting di bawa ke Pulau dompak, lalu di tinggalkan anak itu dan kasusnya belum terselesaikan hingga saat ini”

Adiya juga meminta Walikota Rahma,” coba lebih gesit dan lebih aktif lagi. Jangan bangga dengan prestasi yang tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan,” Ungkap Adiya.

Sepertinya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) salah memberikan prestasi kepada Kota Tanjungpinang. yang masih banyak sekali anak-anak yang belum bisa hidup bebas, dan terjaga hingga terjamin hidup nya untuk bisa bermain bebas di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau ini,” Tutup Adiya Prama Rivaldi selaku Ketua JPKP Kota Tanjungpinang. Menjelaskan nya Kepada Awak Media ini.

Pos terkait