Kasus Tipikor Dana Desa Ceruk Natuna Mulai Disidang, Terdakwa Mantan Bendahara Desa Tidak Hadir

Kasus Tipikor Dana Desa Ceruk Natuna Mulai Disidang, Terdakwa Mantan Bendahara Desa Tidak Hadir
@liputanesia

Liputanesia.co.id, Natuna – Kasus tindak pindana korupsi (Tipikor) pengelolaan Dana Desa Ceruk di Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2021 yang melibatkan mantan bendahara Desa Curuk memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang.

Persidangan kasus tersebut digelar tanpa menghadirkan terdakwa (In Absentia).

Bacaan Lainnya

Pasalnya, Raja Ruslan sebagai terdakwa saat ini masih buron dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Raja Ruslan merupakan mantan bendahara Desa Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna, Imam, MS Sidabutar melalui Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum), Rezi Dharmawan mengatakan, tersangka dugaan kasus tipikor Dana Desa Ceruk, Raja Ruslan memasuki tahap persidangan.

“Kemarin tersangka disidang hari Rabu (17/11/3021),” ucap Rezi saat dihubungi lewat telfon, dilansir Ulasan.id, Kamis (18/11).

Rezi menjelaskan, agenda persidangan tersebut dilakdanakan di Pengadilan Negeri tindak pindana korupsi Tanjungpinang pada tanggal 17 November 2021.

Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim Eduart M.P Silaholo, untuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) diwakili oleh John Fredy Simbolon.

“Pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU),” jelasnya.

Didalam surat dakwaan tersebut, tim JPU mendakwa Raja Ruslan dengan dakwaan tindakan melawan hukum berupa tindak pidana korupsi, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp225 juta rupiah.

Namun lanjut Rezi, dalam proses persidangan terdakwa tidak dihadirkan. Pasalnya terdakwa masih dalam pelarian (DPO).

“Proses pencarian tersangka tetap berjalan,” tegasnya.

Rezi menyebut, saat ini sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada 24 November 2021.

Adapun agenda pada persidangan berikutanya, yaitu berupa keterangan beberapa saksi terkait kasus tersebut.

“Hakim minta lima orang untuk dipanggil, untuk orangnya nanti tanyakan saja ke kasi intelegen,” ujarnya.

Sememtara itu, Kasi Intelejen kejari Natuna, Muhammad Albar Hanafi mengungkapkan, lima orang saksi yang akan diperiksa pada kasus tersebut merupakan perangkat kerja di Desa Ceruk.

“Kepala Desa, Bendahara, Sekretaris, sama dua orang kasinya,” ungkap Albar.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat para saksi akan diberangkatkan ke Tanjungpinang menggunakan transportasi udara.

“Jika memungkinkan kita akan menggunakan transportasi laut,” kata Albar.

Selanjutnya, ia berpesan kepada seluruh perangkat desa dan para pemangku jabatan lainnya, agar selalu jujur dan amanah dalam menjalankan tugas, dan selalu menghidari perbuatan yang melanggar hukum.

Pos terkait