Edi Ja’afar: 19 Tahun Sudah, Pemuda Milenial Harus Memiliki Peran Dalam Sektor Perikanan

Img 20210924 Wa0028
Ruang dialog interaktif yang diinisiasi oleh Aliansi Masiswa Kepri (AMK) di hotel comfort, Kamis (23/9/2021).

Liputanesia.co.id, Tanjungpinang – Diusia Provinsi Kepulauan Riau yang masi Produktif, jadikan peran penting Pemuda Milenial masuk kedalam Sektor Perikanan Nelayan, Kamis (23/09/2021).

Untuk mengisi Pembangunan 19 tahun berdirinya Provinsi Kepri, tentunya. Peran Pemuda Milineal sangat dibutuhkan untuk Kemajuan dalam Meningkatkan kemampuan dari berbagai Sektor Kelautan.

Bacaan Lainnya

Ruang dialog interaktif yang diinisiasi oleh Aliansi Masiswa Kepri (AMK) di hotel comfort pada pukul 9.30 s/d pukul 16.00 wib, dengan tema “Maksimalkan Potensi Kelautan, Demi Kepri Menuju Kejayaan” ternyata telah mendapat Respon dan Pujian dari berbagai kalangan.

Salah satunya, CEO Pengusaha Milineal Bintan. yang juga sebagai Dewan Pembina, Gaung Wartawan Bermartabat (Gawat) Kepri, Edi Ja’afar. dalam Dialog Interaktif Sempena 19 tahun berdirinya Provinsi Kepulauan Riau.

Edi menyampaikan,” kalau kita berbicara dari sisi Aspek Ekonomi, diusia 19 tahun berdirinya Provinsi Kepulauan Riau, dengan usia yang masi muda, Masi Produktif, dan Masi segar. tentu kita memerlukan peranan penting dari Pemuda, kaum muda anak-anak Milineal”

Kenapa, tanya CEO Edi Ja’afar kepada Awak Media saat diwawancarai, karena menurut nya,” Ada sebelas potensi yang disampaikan Kadis DKP Provinsi, T Said Arif Fadillah dalam Dialog Interaktif tentang Sektor Kelautan dan Perikanan yang bisa digarap” Sebut CEO.

Salah satu yang paling menonjol itu adalah, di sektor perikanan. dan saya sangat tertarik jika membahas Sektor Perikanan.

Apalagi saya, dirinya menyebutkan. dibesarkan dari keluarga nelayan, sedikit banyak mengetahui tentang nelayan. nah ! maka perlu perhatian di usia Provinsi ke 19 ini. karena kewenangan kelautan saat ini, banyak ke provinsi. ia meminta, agar Pemerintah bisa Intervensi dalam dunia Usaha Perikanan Nelayan.

Karena yang saya tau dari tahun ke tahun, Nelayan Anambas dan Natuna, tidak ada yang kaya. atau hidup nya, agak menengah ke atas. sementara, hidup Nelayan disana itu Rata-Rata, Menengah ke Bawah”

Bahkan” untuk menyekolahkan anak aja sulit. kalau kita berbicara dari Aspek Perikanan atau Bisnis Perikanan itu sendiri,” Ungkap nya.

Karena ikan merupakan, salah satu kebutuhan dasar manusia, bahkan menjadi Primadona banyak Negara, apalagi dapat kita Expor dengan harga ikan hidup, maupun ikan mati.

Dari sanalah Potensi itu yang saya lihat sangat besar, namun Penguasaan Pembatasan Nelayan kepasar, hampir semua dikuasai oleh tengkulak,” Ucap CEO lagi.

Dan inilah yang menjadi penghambat bagi Nelayan, untuk masuk ke pasar, karena ikan terlebih dahulu dibawa ke tengkulak, baru sisanya dibawa Nelayan kepasar dengan harga murah, sementara keuntungan yang didapat tengkulak, bisa berlipat ganda mencapai 100 % dan 200 %.

Untuk itu peran inilah yang harus di ambil alih Pemerintah Provinsi, agar bisa dijadikan Mitra Pemerintah kepada Pengusaha dalam Membangun Bisnis bersama, sehingga peranan tengkulak tidak merugikan nelayan dan saling menguntungkan.

Apalagi disaat musim musim tertentu, ikan bisa berlimpah, harga pasar menurun, maka ini perlu adanya Prasarana dan Sarana yang dibuat oleh Pemerintah, nsmun Pemerintah juga tidak bisa intervensi Pengusaha karena yang menjalankan Bisnis itu juga Pengusaha,” Tutup CEO Edi Ja’afar Pengusaha Milineal Bintan, setelah mengikuti Dialog Interaktif diluar ruangan.

Pos terkait