Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

10 Rumah Terdampak Pergerakan Tanah di Dusun Sindangjaya Desa Neglasari Pamarican Baru di Beri Bantuan Sembako

Heru Pramono
5 Apr 2025, 15:37 WIB Last Updated 2025-04-05T08:37:33Z
Rumah Warga yang Terdampak Akibat Pergerakan Tanah Mengalami Rusak Ringan dan Sedang, Kamis (3/4/2025) Petang./Liputanesia. (Foto: Ist/Heru Pramono).

Ciamis - Lagi kembali terjadi sebuah bencana alam di Desa Neglasari Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis Jawa Barat, Kamis (3/4/2025) petang.

Setelah sebelumnya, Rabu (2/4/2025) terjadi longsor menutupi ruas jalan Ciamis-Pangandaran dibeberapa titik, tepatnya di daerah Kebon Jati (Bonja) Desa Neglasari Kecamatam Pamarican, sehari setelah terjadi bencana longsor itu kembali terjadi pergerakan tanah di Dusun Sindangjaya Desa Neglasari Kecamatan Pamarican.

Pergerakan tanah yang menyebabkan sejumlah jalan mengalami rusak ringan (belah-belah) dan sepuluh (10) rumah warga mengalami rusak ringan dan sedang. Beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Hal itu dibenarkan, Kepala Satuan (Kasat) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, Sabtu (5/4/2025) kepada Liputanesia.co id. Hasil laporan yang didapat, Alhamdulillah kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan assessment dan drop logistik kedaruratan," terang Kasat BPBD Kabupaten Ciamis.

BPBD sudah melakukan kordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan proses pengumpulan dan pengolahan data untuk menilai atau mengevaluasi suatu objek (Assesment).

"Akibat kejadian tersebut, terdata 10 rumah mengalami rusak ringan dan sedang. Sedikitnya 29 jiwa terdampak pergerakan tanah tersebut. Dan sejumlah jalan mengalami retak-retak atau belah, " ucap Ani Supiani.

"Kami baru sebatas memberikan bantuan berupa sembako kepada korban yang terdampak tanah pergerakan tanah tersebut, " tambahnya.

Ani menghimbau kepada warga harus tetap selalu waspada dengan cuaca ektrem dengan cuaca hujan disertai angin kencang membuat mudahnya wilayah terkena bencana alam.

"Khusus bagi warga yang terdampak pergeseran tanah tersebut, tetap sabar dan selalu berdoa agar bencana tidak lagi menerjang kita semua, " pungkas Ani Supiani.

Iklan