Iklan

Iklan 970x250

,

Iklan

Breaking New! Mayat Istri Dokter Diduga Dianiaya Hingga Meninggal Dunia, Polisi Olah TKP

Hengki Syahjaya
8 Okt 2024, 15:08 WIB Last Updated 2024-10-08T08:27:27Z
Istri seorang dokter diduga dianiaya hingga meninggal dunia, Senin (07/10/2024), Liputanesia.co.id/Hengki.

Lhokseumawe - Sebuah tragedi yang sempat gegerkan warga sekitar praktek milik dr. Sukardi, karena Unit Inafis Sat Reskrim Polres Lhokseumawe tiba melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), setelah mendapat informasi istri pemilik praktek terkujur kaku dikamar meninggal secara tidak wajar.

Dugaan kuat jenazah mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia di kamar rumah toko (ruko) yang juga berfungsi sebagai tempat praktek dokter di Jalan Merdeka, Gampong Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Senin (07/10/2024) malam.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto, melalui Kasat Reskrim IPTU Yudha Prasatya, menyebutkan, Tim inafis tiba di lokasi pukul 20.35 WIB. Korban diidentifikasi bernama, LA (62), seorang pensiunan PNS asal Medan, ditemukan tidak bernyawa di lantai satu, tepatnya di kamar samping ruang praktek dokter. Ia merupakan istri dari dr. Sukardi, pemilik praktek.

Keterangan salah seorang saksi di lokasi, ia pertama kali melihat seseorang ketika hendak mengambil mukena di kamar lantai satu untuk melaksanakan shalat Maghrib.

Secara tidak sengaja, ia melihat orang tersebut dalam posisi telungkup di bawah tempat tidur dengan mengenakan kaos kaki putih (sepertinya seorang perempuan). Saksi kemudian memberitahukan rekan kerjanya perihal kejadian.

Pada saat yang bersamaan, sebut IPTU Yudha, dr. Sukardi yang baru selesai melaksanakan shalat Maghrib di lantai dua, memasuki kamar utama untuk mengajak istrinya makan malam.

"Ketika tiba di kamar, ia menemukan istrinya dalam posisi terlentang dan sudah tidak bernafas. Dengan segera, dr. Sukardi meminta bantuan asisten rumah tangga untuk membawa korban ke RS Bunga Melati," ucapnya.

Korban diduga alami penganiayaan sehingga meninggal dunia, ungkap IPTU Yudha, dugaan adanya unsur pidana menguat saat Unit Inafis tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpul barang bukti sebagai petunjuk.

IPTU Yudha menjelaskan, korban ditemukan di kamar lantai satu dengan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan adanya kekerasan.

Di kamar utama lantai dua, polisi menemukan bercak darah, beberapa helai rambut, papan nama kayu di bawah tempat tidur, dan tali plastik hitam sepanjang sekitar satu meter yang diduga digunakan untuk menjerat leher korban.

Selain itu, kata IPTU Yudha, barang-barang lain seperti kancing baju berwarna oranye, mukena hijau dengan bercak darah, serta ikat rambut merah turut diamankan.

Di kamar samping ruang praktek dokter, petugas juga menemukan sepasang sandal hitam, tutup botol minum Tupperware merah, dan botol minum serupa yang berada di meja praktek.

"Hasil Visum di RS Cut Meutia, tegas IPTU Yudha, menunjukkan adanya bekas memar di leher, perdarahan di hidung, bekas gigitan di tangan kanan, serta tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban," paparnya.

Polisi telah mengamankan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi. DVR CCTV dari TKP juga telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Jenazah korban kini sudah diserahkan kepada pihak keluarga, sementara penyelidikan terus berlangsung guna mengungkap penyebab pasti kematian korban, pungkasnya.

Iklan